• Tanggal : 24/08/2019
  • Diposting oleh : HUMAS

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan Desa Wisata Pemberdayaan Batik di Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Sabtu (24/8). 

Hadir dalam acara tersebut Anggota BAZNAS RI, Nana Mintarti, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, Rektor IPB, Arif Satria, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Irfan Syauqi Beik, serta tokoh masyarakat setempat.

Di Kelurahan Cibuluh ini, sebagian warga mencari nafkah dengan menjadi pengrajin batik tulis dan batik cap. Mereka memproduksi batik dengan motif ciri khas Kota Bogor, seperti kujang, daun talas, rusa, hujan gerimis, dan bunga rafflesia arnoldi.

Nana Mintarti mengatakan, kapasitas produksi batik di wilayah ini masih terbatas namun memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. 

“Melalui program mustahik pengusaha yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemberdayaan ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS, saat ini tengah membina 30 orang warga Cibuluh yang kurang mampu,” katanya.

Program tersebut diawali dengan kegiatan pelatihan membatik yang dilaksanakan selama tujuh hari pengajar dari perintis kerajinan batik pertama di Cibuluh, Batik Pancawati.

“Pelatihan ini mengajarkan pemahaman dasar, cara pola, canting, dan pewarnaan. Akhir dari pelatihan tersebut, hasil karya mustahik Cibuluh akan ditampilkan dalam Street Fashion Show Kampung Batik Cibuluh,” katanya. 

BAZNAS juga memberikan peralatan membatik berupa kompor malam, canting, kain, pewarna, cap batik, dan alas cap. 

Tidak hanya memberdayakan warga, BAZNAS juga mendorong dibentuknya Desa Wisata Pemberdayaan Batik di Cibuluh ini sebagai salah satu destinasi wisata budaya. 

Melalui peran serta masyarakat, Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh akan dipercantik dengan berbagai hiasan batik, seperti perbaikan gapura, pembuatan mural, pembanguan area kaulinan anak, area kuliner, area foto instagramable, museum batik, dan area belajar membatik. 

Dengan mengedepankan konsep Experential Halal Tour, pengunjung mendapatkan pengalaman menarik dalam berbagai aspek budaya batik, seperti belajar instan membuat batik, interaksi dengan kehidupan masyarakat, mencicipi kuliner tradisional Bogor, dan menikmati suasana kampung dengan berbagai motif Batik. Sehingga dalam kegiatan ini dapat mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik menyatakan, BAZNAS akan mendukung penuh terlaksananya program ini, dan berharap kerjasama dari berbagai pihak untuk mempercepat prosesnya.

Adanya intervensi yang dilakukan BAZNAS RI diharapkan dapat menjadi dorongan dalam mengembangkan UMKM di berbagai wilayah dan membentuk koordinasi yang baik dengan BAZNAS Daerah. 

Pemerintah Kota Bogor juga mendukung terlaksananya pemberdayaan kampung batik ini, dengan menjadikan kampung ini sebagai salah satu kampung tematik di Kota Bogor dan mewajibkan ASN Kota Bogor untuk menggunakan Batik Bogor. 

Dalam Sambutannya, Walikota Bogor, Bima Arya menyampaikan dukungannya dan mendorong sinergi dari berbagai pihak, baik dinas terkait, swasta dan penggiat batik lainnya untuk mensukseskan program Kampung Batik ini.

Selanjutnya dengan terlaksananya program ini, maka semakin banyak potensi masyarakat yang dapat dikembangkan terutama dalam mengembangkan Batik Bogor sebagai suatu warisan budaya bangsa yang potensial untuk terus dikembangkan. Dengan prinsip inovatif, integratif, partisipatif, dan kemandirian diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.